Kata Pengantar
Penurunan angka stunting telah dinyatakan sebagai program prioritas nasional dan Bapak Presiden dalam beberapa kesempatan menginstruksikan bahwa pembangunan SDM, termasuk anak merupakan fokus pembangunan pada Tahun 2024. Oleh karena itu, menjadi kewajiban seluruh pihak untuk memperhatikan tumbuh kembang anak, mulai sejak dalam kandungan, bayi, sampai mereka memasuki masa emas. Guna mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi pencegahan stunting, berdasarkan Peraturan Presiden No 79 Tahun 2021 tentan Percepatan Penuruanan Stunting, Pemerintah Kota Semarang telah melaksanakan 8 (delapan) aksi konvergensi yang akan memperkuat efektifitas intervensi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Salah satunya adalah Aksi 3 Rembuk Stunting memiliki peran strategis untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-Pemerintah dan masyarakat dengan satu tujuan menurunkan angka stunting. Tujuan dari Rembuk Stunting ini adalah untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting yang terintegrasi dan membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten/Kota.
Stunting
Pengertian Stunting
Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang adalah dari janin hingga anak usia 23 bulan. Anak-anak diklasifikasikan sebagai pendek ketika panjang atau tinggi badan mereka di bawah minus dua standar deviasi dari panjang atau tinggi badan anak seusia mereka. (Sumber: Stranas Percepatan Pencegahan Stunting Periode 2018-2024).
Stunting dan gizi buruk lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK selain berisiko menghambat pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan terhambatnya perkembangan kognitif yang akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa mendatang. Stunting dan masalah gizi lainnya diperkirakan menurunkan produk domestik bruto (PDB) sekitar 3% per tahun.
Penyebab Stunting
Pencegahan stunting berfokus pada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu:
- faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan, terutama akses terhadap pangan (pangan) yang bergizi.
- lingkungan sosial yang berhubungan dengan praktek pemberian makan bayi dan anak (menyusui).
- akses pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (Kesehatan).
- serta kesehatan lingkungan yang meliputi ketersediaan sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan).
Program Kegiatan
FAQ
Hari Ini
Minggu Ini
Tahun Ini
Total Pengunjung